3.12 Menerapkan pengalamanatan 4.12 Mengkonfigurasi pengalamatan
IP pada jaringan komputer. IP pada jaringan komputer
Lanjutan
3.13 Menerapkan sumber daya 4.13 Menginstalasi sumber daya
berbagi pakai pada jaringan berbagi pakai pada jaringan
komputer. komputer.
3.14 Menerapkan instalasi koneksi 4.14 Menginstalasi koneksi internet
internet pada workstation. pada workstation.
https://www.youtube.com/watch?v=2C3xGrJqT7A
3.12 Penerapan alamat IP pada jaringan komputer
- Pengalamatan IP adalah pengindetifikasian
dengan angka yang di berikan ke setiap mesin di dalam jaringan IP. Pengalamatan
IP digunakan untuk menunjukkan lokasi spesifik. Dari alat di dalam jaringan
- Alamat Ip adalah alamat softwere, bukan
alamat hardware yang terpatri kedalam network interfase Card (NIC) dan
digunakan untuk menemukan Hots pada jaringan lokal.
- TERMINOLOGI IP :
o
Bit
: satu bit sama dengan satu digit; bernilai 1 atau 0
o
Byte :
satu byte sama dengan 7 atau 8 bit
o
Octet :
terdiri atas 8 bit, yang menggunakan bilangan biner 8 bit umumnya. Pada bab
ini, istilah byte dan octet bisa saling di pertukarkan alamat.
o
Alamat Network : di gunakan dalam routing untuk menunjukkan pengiriman paket ke remote
Networl sebagai contoh, 10.0.0.0, 172.16.0.0 dan 192.168.10.0.
o
Alamat Broadcats : alamat yang digunakan oleh
aplikasi dan hots untuk mengirim informasi kesemua titik di dalamt jaringan di
sebut Alamat Broadcats. Contoh 255.255.255.255.yang berati semua jaringan,
172.16.255.255 yang berati semua subnet dan hots pada Network 172.16.0.0, dan 10.255.255.255.
yang berati broadcats ke semua subnet dan hots pada jaringan 10.0.0.0
Skema Hierarki pegalamatn IP
Alamat IP terdiri atas 32 bit informasi. Bit ini terbagi menjadi 4
bagian. Yang dikenal sebagai octec byte,
dimana masing-masing terdri atas satu byte (8 bit). Anda bisa menggambarkan
pengalamata Ip dengan 3 metode.
· Dotted-decimal
seperti 172.16.30.56.
· Biner seperti 10101100.00010000.00011110.00111000.
· Heksa Decimal,
seperti AC .10.1E.38
Windows Registy adalah contoh yang bagus untk program yang
menyimpan alamat Ipmesin dalam bentuk heksa. Pengalamatan 32-bit IP adalah
pengalamat yang terstruktur atau hierarki, kebalikan dari pengalamatan Flat
(datar) atau hierarki. Walaupun jenis skema pengalamatan bisa digunakan
pengalamatan hierarki dipilih dengan alasan yang baik. Keuntungan dari skema
jenis ini adalah kemampuannya yang bisa menangani pengalamatan yang sangat
besar yaitu: 4.3 millyar (pengalamatan 32 bit dengan 2 kemungkinan nilai untuk
setiap posisi bisa kosong atau 1 memberikan anda 232, atau 4. 294. 967.296).
skema dengan 2 atau 3 tingkatan ( level ) bisa dibandingkan denga
nomor telepon.bagian pertama yaitu kode area untuk mnunjukkan area yang sangat
luas. Bagian kedua, awalnya meyempitkan akupan ke area lokal pengmanggil,
segmen terakhir, nomer penglanggan menunjukkan koneksi yang sepsifik.
Pengalamatan IP juga menggunaka strukur lapisan yang sama.
• Subnetting pada jaringan
Subnetting adalah teknik memecah suatu jaringan besar menjadi
jaringan yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask
untuk dijadikan Network ID baru. Subnetting merupakan teknik memecah network
menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan
pada IP addres kelas A, IP Address kelas B dan IP Address kelas C. Dengan
subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan, tetapi mengurangi jumlah
maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.
1. Fungsi Subnetting
fungsi subnetting antara lain:
o
Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data
yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
o
Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
o
Pengelolaan yang disederhanakan.
o
Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak
geografis yang menjauh
• VLSM dan CIDR (Classless Inter-Domain
Routing)
CIDR
(Classless Inter-Domain Routing)
CIDR adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan
alamat-alamat berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B,
kelas C, kelas D, dan kelas E. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih
efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP
jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C. CIDR juga sering disebut juga dengan
suppernetting.
Untuk memahami konsep CIDR lebih lanjut,saya akan memberikan sebuah
contoh :
Misalnya IP kelas G dapat
menjangkau komputer hingga 16 juta host.Tetapi pengguna komputer tidak akan
mencapai sebanyak itu , sehingga banyak sekali sisa yang tidak digunakan dan
ini bukanlah sesuatu yang efisien.Berikut ini adalah contoh diagram mengenai
CIDR
VLSM
(Variable Length Subnet Mask)
VLSM adalah pengembangan mekanisme subneting, dimana dalam vlsm
dilakukan peningkatan dari kelemahan subneting klasik, yang mana dalam clasik
subneting, subnet zeroes, dan subnet- ones tidak bisa digunakan. Selain itu,
dalam subnet classic, lokasi nomor IP tidak efisien.
Fungsi VLSM untuk mengurangi jumlah terbuang [ruang;spasi] alamat.
Sebagai ganti memberi suatu kelas lengkap A, B atau C jaringan [bagi/kepada]
suatu Admin, kita dapat memberi suatu subnet ke seseorang, dan dia dapat lebih
lanjut membagi lebih lanjut membagi subnet ke dalam beberapa subnets. Oleh
karena lebar dari subnet akan diperkecil, maka disebut dengan variable subnet
length mask Jaringan yang berkaitan dengan router serial interface hanya
mempunyai 2 alamat, oleh karena itu jika kita memberi suatu subnet, mungkin
paling kecil adalah (/ 30) untuk itu.
Berikut ini adalah diagram mengenai VLSM :
• NAT dan PAT
NAT (Network Address Translation)
Merupakan suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu pc pada
jaringan lokal ke jaringan internet dengan menggunakna satu alamat IP publik.
Alasan menggunakan NAT pada jaringan :
o
Menghemat IP legal yang diberikan oleh ISP
o
Mengurangi terjadinya duplikasi IP address pada
jaringan
o
Menghindari proses pengalamatan kembali pada
saat jaringan berubah
o
Meningkatkan fleksibelitas untuk koneksi ke
internet
PAT (Port Address Translation)
Merupakan suatu metode untuk menghubungkan beberapa port yang
diakses pada haringan lokal ke jaringan internet menggunakan satu alamat IP
publik sesuai dengan port yang di akses.
Port Address Translation (PAT) adalah suatu fitur dari jaringan
perangkat yang menerjemahkan TCP atau UDP, komunikasi yang dilakukan antara
host pada jaringan pribadi dan host pada jaringan. Hal ini memungkinkan satu
publik alamat IP untuk digunakan oleh banyak host di jaringan pribadi, yang
biasanya Local Area Network atau LAN .
Perangkat PAT memodifikasi IP paket secara transparan seperti saat
melewatinya. Modifikasi yang membuat semua paket yang mengirim ke jaringan
publik dari beberapa host di jaringan pribadi tampaknya berasal dari satu host
, (perangkat PAT) pada jaringan publik.
Hubungan antara NAT dan PAT
PAT adalah bagian dari NAT, dan terkait erat dengan konsep Network
Address Translation . PAT juga dikenal sebagai NAT Overload. Dalam PAT pada
umumnya hanya satu alamat IP publik terbuka dan beberapa host privat
menghubungkan melalui alamat yang tertera. Masuknya paket dari jaringan publik
diarahkan pada jaringan privat dengan mengacu pada tabel dalam perangkat PAT
yang melacak port pairs publik dan privat.
Dalam PAT, baik pengirim pribadi IP dan nomor port diubah;
perangkat PAT memilih nomor port yang akan dilihat oleh host pada jaringan
publik. Dalam hal ini, PAT beroperasi pada layer 3 (jaringan) dan 4
(transportasi) dari model OSI , sedangkan NAT dasar hanya beroperasi pada layer
3.
• dasar Network Address Translation (NAT)
Pengertian
Network Address Translation (NAT) adalah suatu metoda pokok yang
memungkinkan komputer yang mempunyai address yang tidak terdaftar atau komputer
yang menggunakan address private, untuk bisa mengakses Internet. Ingat pada
diskusi IP address sebelumnya bahwa IP address private tidak bisa di route ke
internet (non-routed), hanya dipakai pada jaringan internal yang berada pada
range berikut:
Class type
|
Start address
|
End address
|
Class A
|
10.0.0.0
|
10.255.255.254
|
Class B
|
172.16.0.0
|
172.31.255.254
|
Class C
|
192.168.0.0
|
192.168.255.254
|
Untuk setiap paket yang dihasilkan oleh client, implementasi
Network Address Translation
(NAT) menggantikan IP address yang terdaftar kepada IP address
client yang tidak terdaftar.
• Terminology IP NAT
Terminologi NAT, jaringan internal adalah kumpulan jaringan yang
menjadi sasaran penerjemah ( dari alamat privat menjadi alamat publik).
Jaringan luar menunjukan apa yang biasanya ada di internet, jadi NAT berfungsi
untuk menerjemahkan alamat private Anda didalam jaringan internal menjadi
alamat ip publik sebelum paket-paket diteruskan ke jaringan lain
• NAT static dan dinamik
NAT STATIC
NAT Static digunakan untuk menerjemahkan 1 IP lokal ke 1 IP global
ataupun sebaliknya, biasanya disebut one to one mapping.
Misalnya :
Di kantor ada FTP Server dengan IP 192.168.2.100 yang tentunya IP
Address tersebut hanya bisa diakses dari LAN saja karena IP nya private. Tetapi
bila kita berada di luar kantor ingin tetap bisa mengakses FTP Server tersebut,
maka dibuatlah NAT Static dengan mengalokasikan suatu IP Public untuk FTP
Server tersebut.
NAT DYNAMIC & DYNAMIC OVERLOAD (PAT)
NAT Dynamic digunakan untuk menerjemahkan beberapa IP lokal ke
beberapa IP global ataupun sebaliknya. Proses penerjemahannya secara dynamic,
jadi pada translasi IP nya tidak selalu sama seperti NAT Static.
Ketidakefektifan pada NAT Dynamic adalah jumlah IP global yang dibutuhkan untuk
mentranslasikan IP lokal harus sama (n to n mapping).
Misalnya :
Kita ingin mentranslasikan 10 IP lokal ke global maka dibutuhkan 10
IP global/publik. Jika kita punya 11 IP Private, tapi hanya punya 10 IP Publik
sudah dapat dipastikan bahwa ada 1 IP Private yang tidak dapat ditranslasikan
pada saat yang bersamaan.
Untuk menanggulangi ketidakefektifan NAT dynamic, muncullah solusi
baru yakni NAT Dynamic Overload.
NAT Overload adalah jumlah IP publik yang dibutuhkan tidak harus
sama dengan jumlah IP Private yang mau ditranslasikan (n to m mapping), bahkan
hanya dengan menggunakan 1 IP publik kita dapat mentranlasikan banyak IP
Private.
3.13 Penerapan sumber daya berbagai pakai pada jaringan komputer.
Apabila anda memasang suatu periperal (device) pada suatu jaringan. Maka periperal (device) tersebut dapat dipergunakan secara bersama-sama oleh anggota (user) dalam jaringan tersebut. Untuk dapat menggunakan secara bersama-sama, terlebih dahulu dikonfigurasikan salah satu periperal tersebut, dalam hal ini periperal tersebut adalah printer.
- Instalasi Printer Lokal
Instalasi dengan cara ini adalah menghubungkan printer (printer device) dengan printer port pada komputer server, misalnya LPT1 port USB. Cara yang digunakan untuk instalasi printer okal adalah sebagai berikut.
- Klik tombol start kemudian pilih printer dan dilayar akan terlihat jendela printers
- Klik pilihan add printer dan di layar akan terlihat jendela add printer
- Klik next untuk melanjutkannya.
- Tentukan pilihan local printer untuk menginstall printer di komputer utama.
- Klik next untuk melanjutkannya.
- Dilayar akan terlihat alamat select a printer port dan pilih port sesuai denga port yang digunakan printer, misalnya LPT1
- Klik next untuk melanjutkannya
- Pilih produk printer pada bagian manufacturer. Misalnya klik pilihan AGFA-AcuSet V52.3
- Anda dapat menentukan sendiri driver printer denga tombol have Disk. Kemudian tentukan drive dan folder dari file driver printer
- Klik next untuk melanjutkan
- Pada bagian printer nama: akan secara otomatis terlihat nama printer dan anda dapat merubah nama tersebut
- Klik tombol yes apabila anda akan membuat default printer.
- Klik next dilayar akan terlihat tampilan sharing.
- Klik Next untuk melanjutkannya
- Klik pilihan No agar anda tidak perlu test printer
- Klik tombol Next untuk malanjutkannya
- Klik tombol finish kemudian lihat apakah printer yang ditambahkan telah terlihat.
Sharing Printer
Apabila dalam proses instalasi anda tidak menentukan sharing printer, maka anda dapat menentukan sharing printer dengan cara berikut:
- Klik start kemudian klik printer and faxes
- klik kanan pada icon printer yang akan di share, kemudian pilih sharing,
- setelah tampil jendela sharing, Kemudian pilihlah ceklist Shared as
- klik tombol OK. jika pada icon printer telah tampil lambang sharing berarti printer tersebut telah berhasil anda sharing
3.14 menerapkan instalasi koneksi internet pada workstation
Dalam membahas jaringan selalu ada tiga komponen yang penting yang perlu dimengerti yaitu :
1. Host atau node
2. Link
3. Perangkat Lunak (Software)
3.14 Penerapkan instalasi koneksi internet pada workstation
Host atau Node (Simpul)
Host atau Node (Simpul)
Host atau node (simpul) adalah
system komputer yang berfungsi sebagai sumber atau penerima dari data
yang dikirimkan. Local host adalah sistem komputer yang dapat diakses
oleh pemakai tanpa melalui jaringan, sedangkan remote host adalah sistem
komputer yang hanya dapat digunakan melalui jaringan. Baik local maupun
remote host dalam jaringan disebut sebagai simpul.
Link
Link adalah media komunikasi yang
menghubungkan antara node yang satu dengan node yang lain. Media ini
berupa saluran transmisi misalnya kabel.
Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak (software) adalah
program yang mengatur dan mengelola jaringan secara keseluruhan.
Program ini terdapat baik di sistem komputer sebagai sumber data maupun
di sistem komputer sebagai penerima data. Disamping itu software juga
memungkinkan sistem komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem
komputer lain, karena sama seperti manusia hanya bisa berkomunikasi bila
memiliki bahasa yang sama. Software-lah yang terutama melakukan hal
tersebut (ini dikenal dengan istilah “protocol”). Ketiga komponen
tersebut tadi harus ada untuk membentuk suatu jaringan.
Komponen-komponen Dasar LAN
Beberapa komponen dasr yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai berikut :
1. Workstation
2. Server
3. Client
4. Link (Hubungan)
5. Transceiver
6. Network Interface Card (Network Controller)
7. Software Network
1 Workstation
Karena LAN terutama dikembangkan
di sunia PC maka banyak istilah yang berhubungan dengan PC. Dalam
istolah jaringan maka workstation sebenarnya adalah node atau host yang
berupa suatu sistem komputer. Sistem komputer tersebut dapat merupakan
sistem kmputer yang paling sederhana yaitu PC atau dapat juga suatu
sistem komputer yang besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu
mainframe.
User atau pemakai berhubungan
dengan jaringan melalui workstation dan juga saling berkomunikasi
seperti saling bertukar data. User juga melaksanakan (run) program
aplikasi pada workstation. Program tersebut dapat bekerja tersendiri di
workstation tersebut (stand-alone) atau dapat juga menggunakan jaringan,
misalnya untuk saling berbagi informasi dengan workstation atau user
lain.
2 Server
Sesuai dengan namanya ini adalah
hardware atau perangkat keras yang berfungsi untuk melayani jaringan dan
workstation yang terhubung pada jaringan tersebut. Software yang
mengelola jaringan berjalan (run) pada server. Pada umumnya sumber daya
(resources) seperti misalnya printer, disk, plotter, dan sebagainya yang
hendak digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada
dan bekerja pada server.
Bergantung pada jenis pelayanan
yang dikehendaki maka dikenal antara lain disk server, file server,
yaitu disk storage digunakan secara bersama oleh beberapa workstation.
Jenis yang lain yaitu print server, yaitu printer digunakan secara
bersama. Perlu diperhatikan bahwa suatu server seringkali dapat
mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus.
Server dapat berupa sistem
komputer yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut, sehingga ia tidak
dapat digunakan sebagai workstation, karena baik secara hardware maupun
software ia berfungsi mengelola jaringan.
Tetapi ada juga server yang
sebenarnya berupa workstation dengan disk drive yang cukup besar
kapasitasnya. Dalam hal ini server tersebut dapat digunakan juga sebagai
workstation oleh si user/pemakai.
3 Client
Sebuah workstation umumnya
berfungsi sebagai client dari suatu server, karena memang workstation
akan menggunakan fasilitas yang diberikan oleh suatu server. Jadi server
yang melayani, sedangkan client yang dilayani.
Baik server maupun client dalam jaringan dikenal sebagai node.
4 Link (Hubungan)
Workstation dan server tidak
dapat berfungsii apabila peralatan tersebut secara fisik tidak saling
dihubungkan. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai media transmisi
yang umumnya berupa kabel.
Disamping itu terdapat peralatan
pelengkap yang pada dasarnya berguna untuk memperpanjang jarak capai
hubungan jaringan tersebut seperti misalnya repeater, bridge, gateway,
dan sebagainya.
5 Transceiver
Perangkat keras yang
menghubungkan workstation atau sistem komputer dengan media transmisi
misalnya kabel koaksial (coaxial cable) pada LAN Ethernet. Jadi
workstation tidak langsung dihubungkan tetapi melalui transceiver dan
kabel transceiver (maksimum 50 meter) ke coaxial cable tersebut.
Perlu diperhatikan bahwa untuk
Ethernet diperlukan terminator pada ke dua ujung kabel agar sinyal yang
melalui kabel tersebut berjalan dengan baik.
6 Network Interface Card (Network Controller)
Suatu workstation tidak
dihubungkan secara langsung dengan kabel jaringan ataupun dengan
transceiver cable, tetapi melalui suatu rangkaian elektronika yang
dirancang khusus untuk menangani network protocol yang berhubungan
dengan hardware. Rangkaian ini disebut Network Interface Card atau
Network Controller. Network Controller ini berbeda-beda untuk setiap
jenis LAN, tetapi memang ada controller yang rangkaiannya dirancang
sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk lebih dari satu jenis
LAN.
7 Software Network
Software ini sangat penting dan
mutlak, karena tanpa software maka jaringan tersebut tidak akan
berfungsi sehingga workstation dan server tidak dapat bekerja
sebagaimana yang dikehendaki. Software ini juga yang memungkinkan sistem
komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem komputer yang lain.
Bagus tidaknya suatu LAN sangat ditentukan oleh bagus tidaknya software
yang mengelola jaringan tersebut.
Jenis LAN dapat dilihat dari beberapa hal :
Media Transmisi
Metode Transmisi
Topologi
Metode Akses
Media Transmisi
Jenis media yang paling banyak digunakan untuk suatu local area network adalah sebagai berikut :
1. Twisted Pair
2. Kabel Koaksial (Coaxial Cable)
3. Kabel Serat Optik (Fiber Optic Cable)
Metode Transmisi
Jenis jaringan juga dapat dibedakan berdasarkan
metode trnsmisi yang digunakan dalam pengiriman yakni
Baseband
Broadband
4.12 Mengkonfigurasi pengalamatan IP pada jaringan komputer
Dalam jaringan paket data
terkirim dan diterima berdasarkan alamat yang dibuat dan ditujukan
kemana paket data tersebut. Berikut langkah-langkah untuk
mengkonfigurasi Ip Address PC anda.
Konfigurasi Ip Address
Ada beberapa cara untuk mengkonfigusi Ip Address, tapi pada dasarnya saa saja.
Cara 1 :
Ø Pilih
Start – Setting – Control Panel – Network Connections – klik cepat 2
kali atau klik kanan Open (seperti gambar di bawah ) :
Ø Selanjutnya klik kanan local Area Connection - pilih properties
Ø Selanjutnya Pilih Internet protocol (TCP/ IP) dan pilih tombol Properties
Ø Selanjutnya aktifkan dengan memilih Use the following IP address
· Isikan Ip Address yang anda kehendaki
· Isikan Subnet mask
· Isikan Default gateway jika ada
Ø Kemudian
kalau anda menggunakan server dan koneksi internet , maka aktifkan IP
DNS dengan memilih Use the following DNS server address
· Isikan Preferred DNS server anda
· Isikan Alternate DNS server
Catatan :
Abaikan settingan DNS ini kalau anda hanya koneksi secara peer to peer atau jaringan di LAB tanpa koneksi ke internet.
Ø Selanjutnya pilih ok
Ø Lakukan hal yang sama untuk teman koneksi PC anda , dengan catatan masukkan IP yang berbeda.
IP=10.20.30.25
Subnet Mask=255.255.255.224
Default Gateway=10.20.30.1
DNS Server=192.168.1.254
Alternet DNS Server= 202.134.0.15
Catatan :
Range IP dan Subnet Mask Default yang bisa anda gunakan :
· Kelas A 1.0.0.1 s/d 126.255.255.254 Subnet 255.0.0.0
· Kelas B 128.0.0.1 s/d 191.255.255.254 Subnet 255.255.0.0
· Kelas C 192.0.0.1 s/d 223.255.255.254 Subnet 255.255.255.0
Test Koneksi jaringan
Command atau tools yang paling sering digunakan untuk uji keberhasilan konfigurasi jaringan :
ü Ipconfig :
Digunakan untuk menampilkan pengalamatan (Ip Address) dari PC yang telah di konfigurasi .
Pilih start – Program – Accesoris - Command Prompt atau pada RUN ketikkan CDM
Ketikkan ipconfig kemudian enter
Pada gambar ditampilkan dua pengalamatan IP Address karena kebetulan saja PC saya menggunakan dua Lan Card
ü Ping:
Digunakan untuk menampilkan test
koneksi ke PC lain kalau koneksi sukses (terhubung) maka anda akan
memperoleh konfirmasi Reply From172..
Tapi kalau koneksi anda gagal (belum terhubung, maka anda akan menerima konfirmasi :
o Reguest timed out (koneksi anda gagal) atau
o Unreachcable (tidak ada koneksi kabel sama sekali)
Konfigurasi Komputer Name dan Groupname jaringan
Computer name atau name computer dijaringan
pada dasarnya nama computer yang kita miliki dan biasanya secara
default saat melakukan instalasi diawal kita telah diminta memasukkan
nama dari computer yang kita gunakan . Namun jika diinginkan nama yang
berbeda dari yang sebelumnya maka dapat dilakukan dengan langkah :
· Buka windows explorer
· Klik kanan my computer
· Dan pilih properties
-pilih computer name dan pilih tombol Change
-isikan computer name dan workgroup yang anda inginkan
- selanjutnya isikan computer name anda dan workgroup
- pilih ok
Beberapa command dasar
Tools jaringan adalah command
yang bisa digunakan untuk operasional dan maintenance jaringan. Berikut
beberapa tools yang paling sering digunakan untuk maintenance
jaringan :
Ipconfig : digunakan untuk mengecek Ip address computer yang digunakan.
· Ping : digunakan untuk mengetahui apakah koneksi antara PC yang telah dikonfigurasi berhasil atau tidak
· Tracert : untuk mengetahui Ip Public atau Ip DNS jaringan global dan mengetahui Ip-Ip Server jika jaringan dengan skala besar.
· Netstat :
untuk menampilkan koneksi jaringan jaringan TCP/IP yang sedang
berlangsung dengan computer lain dan properties jaringan dan protocol
secara detail.
· Arp-a :untuk menampilkan Ip static, table address resolution protocol dll.
Menginstalasi dan Mengkonfigurasi TCP/IP statis pada workstation yang terhubung pada jaringan
Memberikan IP Address secara statis pada suatu Komputer yang terhubung melalui kabel LAN/UTP dari sebuah router
Bagaimanakah cara seting IP address secara statis pada komputer yang terhubung melalui kabel LAN?
Jawabannya, berikanlah komputer
sebuah IP Address statis, biarkanlah PC tersebut menggunakan IP address
yang sama setiap saat. Konfigurasikan wireless computer secara otomatis
untuk mendapatkan sebuah IP address yang akan membolehkan PC ini untuk
mendapatkan sebuah IP address dari DHCP server. Sebagai pengganti
masukkkan setingan IP secara manual, lakukan prosedur ini untuk
memastikan komputer untuk mendapatkan setingan TCP/IP yang benar.
Memberikan suatu komputer sebuah IP statis sangat berguna ketika:
*
Menseting layanan umum pada komputer anda (FTP servers, Web servers, dll.).
*
Komputer sangat sering diakses pada jaringan tersebut sehingga komputer tersebut mudah sekali memetakannya
Untuk memberikan IP address
statis pada suatu komputer yang terhubung melalui kabel LAN, anda perlu
melakukan lima tahap berikut ini:
1.
Hubungkan komputer tersebut satu sama lain
2.
Periksa bila komputer tersebut diset ke DHCP
3.
Periksa IP Address router
4.
Dapatkan DNS Servers dari Linksys Router tersebut
5.
Konfigurasikan IP Address secara statis pada Ethernet Adapter
Untuk memulai memberikan suatu komputer sebuah IP address statis, ikutilah tahap-tahap di bawah ini.
Menghubungkan Peralatan Satu Sama Lain
Pastikan anda memiliki koneksi
internet yang aktif, kemudian hubungkan modemnya ke port internet pada
router dan komputer ke salah satu dari empat port Ethernet.
Periksa bila komputer diset ke DHCP
Untuk mengkonfigurasi komputer
mendapatkan sebuah IP address secara otomatis, anda harus memeriksa
TCP/IP properties dari Ethernet Adapter yang diinstal pada komputer
tersebut.
Periksa IP Address Router
Untuk menemukan IP address lokal router Linksys, anda harus memeriksa setingan IP komputer tersebut.
Periksa DNS Server Dari Router Linksys
Untuk memeriksa DNS server pada router Linksys, anda harus mengakses halaman setup berbasis web.
Konfigurasi IP Address Statis pada Ethernet Adapter
Windows 2000/XP
Tahap 1:
Klik Start, kemudian Control Panel.
Tahap 2:
Ketika jendela Control Panel terbuka, double-click Network Connections.
Tahap 3:
Klik-kanan Local Area Connection, kemudian klik Properties.
Tahap 4:
Ketika jendela Local Area Connection Properties muncul, klik Internet Protocol (TCP/IP) kemudian Properties.
Tahap 5:
Ganti pilihan dari Obtain an IP address automatically menjadi Use the following IP address dan isi seperti berikut ini:
CATATAN: Pastikan anda mempunyai Default Gateway dan DNS servers.
Pastikan IP Address yang akan
anda berikan pada komputer sama 3 angka yang pertamanya seperti Default
Gateway dan angka terakhir dapat diisi dengan angka antara 2 dan 99.
Pada contoh ini, Default Gateway kita adalah 192.168.1.1, maka IP
address-nya yang harus digunakan dimulai dengan 192.168.1. kemudian
gantilah dengan angka apapun dari 2 hingga 99. Dalam contoh ini, IP
address yang kita berikan adalah 192.168.1.50.
CATATAN: Untuk setiap penambahan
komputer yang akan diberikan sebuah IP address statis, pastikanlah
komputer tersebut telah mendapatkan sebuah IP Address yang unik.
*
IP: “192.168.1.50”
*
Subnet Mask: “255.255.255.0”
*
Default Gateway: “192.168.1.1” (Default Gateway ini anda tulis di bawah belakangan)
Ganti setingan Obtain DNS server
address automatically ke Use the following DNS Server addresses pada
jendela yang sama. Kemudian isilah dengan isian berikut ini:
*
Preferred DNS server: (ini DNS yang anda tulis di bawah belakangan)
*
Alternate DNS server: (ini DNS yang anda tulis di bawah belakangan, bila ada dua DNS servers)
Tahap 6:
Klik OK kemudian OK atau Close.
Windows 98/ME
Memberikan IP address statis menggunakan Windows 98 atau ME:
Tahap 1:
Klik Start, kemudian Settings, kemudian Control Panel.
Tahap 2:
Double-klik Network kemudian pilih TCP/IP untuk Ethernet adapter pada PC tersebut. Segera setelah dipilih, klik Properties.
Tahap 3:
Ganti opsi dari Obtain Automatically ke Specify dan masukkan seperti berikut ini:
CATATAN: Pastikan bahwa anda punya Default Gateway dan DNS servers.
Pastikan IP Address yang akan
anda berikan pada komputer sama 3 angka yang pertamanya seperti Default
Gateway dan angka terakhir dapat diisi dengan angka antara 2 dan 99.
Pada contoh ini, Default Gateway kita adalah 192.168.1.1, maka IP
address-nya yang harus digunakan dimulai dengan 192.168.1. kemudian
gantilah dengan angka apapun dari 2 hingga 99. Dalam contoh ini, IP
address yang kita berikan adalah 192.168.1.50.
CATATAN: Untuk setiap penambahan
komputer yang akan diberikan sebuah IP address statis, pastikanlah
komputer tersebut telah mendapatkan sebuah IP Address yang unik.
*
IP: “192.168.1.50”
*
Subnet Mask: “255.255.255.0”
Klik Gateway dan masukkan IP
address lokal router ke dalam isian Default Gateway, lalu klik Add. Pada
contoh ini kita gunakan 192.168.1.1 sebagai default gateway.NOTE:
Gateway harus anda tulis dibawah belakangan.
Tahap 5:
Klik DNS Configuration, kemudian
lanjutkan ke isian Host dan ketik tipe “computer,” lalu menuju ke isian
DNS Server Search Order dan masukkan DNS Servers dari router tersebut,
kemudian klik Add.
CATATAN: DNS server harusnya gateway yang anda tulis terakhir.
Tahap 6:
Klik OK kemudian yang lainnya OK dan windows akan segera restart.
Mac OS
Memberikan IP address statis menggunakan Mac:
Tahap 1:
Klik menu Apple yang ada pada bagian sudut kanan atas layar, kemudian pilih System Preferences.
CATATAN: Anda dapat menggunakan opsi lain untuk mengakses System Preferences.
Tahap 2:
Dibawah System Preferences klik Network.
Tahap 3:
Ketika layar Network tampil, lihat pada Location dan pilih Automatic kemudian dibawah Show pilih Built-in Ethernet.
Tahap 4:
Dibawah Configure IPv4 pilih Manually dan masukkan seperti berikut:
CATATAN: Pastikan anda memiliki Default Gateway dan DNS servers.
Pastikan IP Address yang akan
anda berikan pada komputer sama 3 angka yang pertamanya seperti Default
Gateway dan angka terakhir dapat diisi dengan angka antara 2 dan 99.
Pada contoh ini, Default Gateway kita adalah 192.168.1.1, maka IP
address-nya yang harus digunakan dimulai dengan 192.168.1. kemudian
gantilah dengan angka apapun dari 2 hingga 99. Dalam contoh ini, IP
address yang kita berikan adalah 192.168.1.50.
CATATAN: Untuk setiap penambahan
komputer yang akan diberikan sebuah IP address statis, pastikanlah
komputer tersebut telah mendapatkan sebuah IP Address yang unik.
*
IP Address: “192.168.1.50”
*
Subnet Mask: “255.255.255.0”
*
Default Gateway: “192.168.1.1” (ini Default Gateway yang anda tulis di bawah belakangan)
*
DNS Servers: (ini DNS yang anda tulis di bawah belakangan)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar